Fasa
21 November 2009
Ku takan bisa dapatkan hatimu
Ku takkan mampu merengkuh jiwamu
Ku coba tuk bertahan
Kucari arti kisahku
adakah aku dalam dirimu
Telah terukirkah namaku dalam lubukmu
Aku masih menunggu
29 – 10 – 2009
Tapiku hanya pengelana tanpa nama
yang dapat diukirkan dalam hati tiap insan yang kusayangi
29 – 10 – 2009
Ku tak berdaya tuk memperjuangkan
Ku tak mau lagi terus berharap
Ku hanya ingin mengalun bagai angin
dalam desiran padang rumput
Ku telah temukan jati diri berkat kalian
Perjalanan pulang yang buat saya frustasi
Perjalanan PP BIP
Jam 1 brangkat dari sekolah ke BIP rame reme naik angkot.Hahw dari pertama pergi udah ujan ujanan.Sampai di BIP seragam basah,sepatu udah kaya perahu.ganti ajah pake sweater doang, karena Cuma sweater yang ditaro di tas doang yang kering, ngga pake baju lg dalemnya langsung singlet (hah, asa bugil) , udah gt ke tujuan semula : nonton.Pas masuk, mampus, tiket kurang satu, jadilah si KM yang baik ( Oja ) keluar ngga nonton.Aaaaakh asa dosa ama oja, hampura Ja…
Caw, selesai nonton pd makan d pujas, sekalian nunggu hujan.Karena udah jam 4 lebihblm reda, yah ujan ujanan lagi we lah hha.Naik angkot kalapa dago pulang sendiri, da yang laen pada naik caringin.Turun di Ciateul jalan ampe Tegalega,( ofcourse sweater basah ) : naik angkot Mahmud Tegalega.Pulang.
Tegalega – Rumah
Naik angkot – duduk aja di bangku paling pojok belakang.Sweater basah, bae lah da ngga bawa baju lagi.Da lumayan lah pusing saeutik kahujanan dua kali, tidur ajah.Saat itu jam di ha pe teh setengah lima ( 4.30 p.m ).
Waktu bangun, di luar masih ujan, liat jam : oh setengah tujuh.Wah macet, ngga papa lah kirain udah deket.Abis gelap, saya pikir udah d jembatan yang sesudah cigondewah mau ke TKI.Tapi lama lama usan the ngerasa aneh, kenapa asa masih rame bangunan disini, bukannya udah digusur bangunan liarnya.Ngambil kacamata, da tadi ditaro waktu tidur, bisi potong again.(Set) , dunia nampak lebih jelas setelah pake kacamata, tapi masih bingung ada dimana.Gosok gosok jendela biar jelas soalnya berembun.Nah, udah gitu baru si usan yang masih linglung karena baru bangun, nyadar setelah dua jam perjalanan ternyata baru nyampe Holis.Whaghz, langsung cenghar da reuwas : lama ameuuut dari Tegalega ampe holis 2 Jam.Macet pula.
Setelah bermacet macet di holis kesananya lancar…..Eeeeeh baru juga mikir kaya gitu ternyata jalannya bajir setinggi lutut bapa bapa,ngek ngok,,,,awas weh mun mogok….Alhamdulillah, yang ini mah lewaaaat.Perjalanan lanjut, udah agak jauh ada banjir lagi, yang ini mah sepaha, naik lagi boss airnya, (deg deg) jangan mogok.Ternyata bisa lewat lagi, hha angkot yang tangguh.Lurus dikit, belok, wawawawaw ada banjir lagi, udah ngga takut teuing, yang 2 aja lewat, yang sekarang mah bisa lah, (teng tong ) berhasil lewat.Alhamdulillah….
Ngga terlalu jauh deket pom bensin yang di Cigondewah banjir lagi, pas lewat, hyaaaa, yang ini mah lebih tinggi lagi airnya, udah gitu deras banget, pom bensinnya juga rada rada kerendem.Bapa bapa di angkot mulai riweuh, hah ngga akan maju ini mah, soalnya itu angkot jalannya udah kaya onta batuk, akhirnya mah mati ajah mesin nya, tak sanggup melawan cobaan yang begitu berat ( inalillahi ),ehh mundur lagi kebawa arus.Ternyata udah banyak kendaraan yang mogok juga.Para pemilik kendaraan yang sama sama mogok, liat ada angkot mogok, spotnan langsung pada bantuin dorong angkot.
Hyaaaaaa…..Satu Dua Tiga, dorooooong: ngek ngok majunya sedikit terhambat soalnya jalan nya najak, abis dehhh.Bapa bapa yang bantu dorong mobil kerendem ampe seketek, soalnya rada rada bungkuk buat dorong mobil.Ngarenghap dulu sebentar dorong lagi.Akhirnya pada nyerah, udah didorong berkali kali didorong, ngga bisa nyala : mogok total.
Terus supir angkotnya bilang, benat da benerinnya.Ok, ditungu sebentar,sebentar, sebenta.Beberapa kali sebentar ( lama )kayak alarem ada adzan isya, buseeeet dari jam setengah lima ampe adzan isya sabaraha jam coba.Haaaah aku frustasi, terus ada anak SMP perempuan nanya, the pulang kemana.Usan ngejawab, ke bumi asri, ade dimana? Anak SMP nya jawab, di bumia asri juga, teteh RT berapa gitu?
“RT 1,emang ade RT berapa “
“RT 2, ya udah bareng aja jalan sama saya “
Yosh ada temen jalan, jadilah kita seperti kakak adik yang nyasar jalan dari Cigondewah ampe TKI yang udah deket banget ama Burujul, soalnya ada angkot, naik angkot.Bukan angkot yang tadi loh, supirnya beda.Hhha, angkot serasa ngebut setelah perjalanan yang begitu merayap.Yapz, pas udah deket bumi asri, si supirnya nanya ama 3 penumpang cewe termasuk sayah yang belom turun.
“di bumi asri neng “
“iyah “, semua turun di bumi asri.Karena udah malem jadi angkotnya masuk komplek deh, hya jeng jeng, akhirnya saya turun angkot di depan rumah, tiba dengan selamat, Alhamdulillah.
Setelah perjalana yang bikin frustasi ini, yang saya butuhkan adalah :makan dan mandi.
cotton bud
25 October 2009
23 October 2009
kejadian kala perjalanan pulang di ANGKOT MAHMUD TEGALEGA
22 October 2009
Ruang Guru
18 October 2009
15 October 2009
12 October 2009
Mama saya kreatif atau aneh (posting yang rada rada ngga penting )
09 October 2009
08 October 2009
Ku impikan kau hadir di sisiku
Ku bayangkan kau
Sayang padaku
Tapi ku tersadar
Itu takkan terjadi
Karena kita berdua
Di dunia berbeda
Takkan selamanya kita berjumpa
Usan, 07 Oktober 2009
Kadang lamunan menjadi begitu nyata
Dibanding kenyataan itu sendiri
Kenyataan terlihat kabur
Antara lamunan, ilusi, dejavu, dan kenyataan
Namun lamunan menjagamu dari kejamnya kenyataan
Refasa, 07 Oktober 2009
Bila dunia memang kejam,maka aku akan jadi lebih kejam
Bila dunia menyakitkan, tapi hatiku telah jauh lebih sakit
Bila dunia penuh bahagia, tapi duniaku telah hancur berserakan
Usan, 07 Oktober 2009
Ketika hancur duniamu
Bahkan dunia nyata terlalu gelap untuk ditinggali
Ciptakanlah duniamu sendiri
Mencari jalan menuju dunianya
Refasa, 07 Oktober 2009
Tak akan ada dunia tercipta
Tak akan ada jalan terbentang
Tak akan ada bintang bersinar
Tanpa hadirnya di sisiku
Di samping tuk menemaniku
Dalam senang dan sepi indahku
Usan, 07 Oktober 2009
Melangkahlah dengan kepercayaan
bahwa kau akan menemukan dunianya
Melangkah di jalan yang benar menuju dunianya
Maka dengan rasa itu kau bisa menemukannya
Di dunianya, dan hidup di dunia yang sama
Dan menjadikannya dunia milikmu
Refasa, 07 Oktober 2009
Hanya satu kata yang dapat terucap
“Zanarkand”
Satu kata beribu makna
Satu kata jutaan cerita
Dan satu kata yang penuh cinta
Melodi simfoni mengalun serasi dalam tiap hurufnya
Usan, 07 Oktober 2009
Maka buatlah ia mengingat katamu
Meski beribu kata yang lebih indah di dengarnya
Buatlah ia memahami katamu, memaknai katamu
Dan ia akan mengalunkan katamu dalam hatinya
Refasa, 07 Oktober 2009
Ku tak dapat menggapainya
Sampai nyawaku terlepas dari raga ini
Ku sadari bahwa aku tak ada di hatinya
Karena dia telah mengukir nama yang lain
jauh di lubuk hatinya
Usan, 07 Oktober 2009
Jika ada nama lain yang mengisi hatinya
Raih hatinya dan buat ia mengenang katamu
Meski ia tak mengerti katamu
Seperti gadis kecil yang tersesat merindukan
mentari dalam kelam malam,
meski ia tak tahu apa yang akan menimpanya esok
Refasa, 07 Oktober 2009
Ku yakin kita tak kan bersama
Walau kau tau bentuknya rasaku
Rapuh dan kan musnah tanpa harapan
Menjauh terpisah
Walau kita pun tak mau
Kita harus bertahan ku coba untuk lupakan
Semua sesal di hati
Kan hilang termakan waktu
Ku cinta kau
Kau cintaku
Tapi dia ada di hatimu
Dan kau ada di hatinya
Ku sadar bahwa ku kan mengalah
Usan, 07 Oktober 2009
Jika bisa bertahan dengan
membiarkan segalanya termakan waktu
Mengapa tidak kau mulai segalanya lagi dari nol
Titik dimana segalanya telah hilang
Dan kau membangun lagi duniamu
Melangkah dari merangkak
Refasa, 07 Oktober 2009
Selalu aku
Ku pertahankan cintaku
Ku korbankan inginku
Dan ku buang harapanku
Titik nol tak selalu jadi awal
Angka nol ku adalah akhir dari semua kusah cintaku
Usan, 07 Oktober 2009
Tapi tidakkah akan selau ada awal untu setiap akhir
Akan ada perpisahan yang diawali pertemuan
Akan ada akhir bahagia yang diawali kepedihan
Akan ada pedih menanti meski bahagia mengawali hidupmu
Dan akan mengawali kebahagiaan lagi setelah pahit itu berakhir
Refasa, 07 Oktober 2009
Ku lahir dari tengah cerita
Ku hadir di saat dia membutuhkanku
Ku hibur dia dengan segala indah dan diriku
Tapi ku tak menyangka
Bahwa tanpa awal, takkan ada akhir bahagia
Usan, 07 Oktober 2009
Tapi itu tetaplah awal milikmu
Pertengahan cerita mereka adalah awal milikmu
Meski berada dalam satu cerita yang sama
Awalmu tetaplah berbeda, awal milikmu
adalah menghiasai cerita mereka
Refasa, 07 Oktober 2009
Ku tak ingin merusak indah yang tercipta
Biar aku yang menghilang
Jauh termakan kabut malam
Hilang dalam gemerlap bintang yang bersinar
Untik menghiasi cinta mereka
Sajak bertaut
04 October 2009
Uzan 2 Oktober 2009
Aku sedang menari di
mendengar senandung sang gembala,
aku menari, berputar, berlari lari
Hingga kutersadar hamparan es tipis
dengan segala kengerian dan bahaya
yang beku di bawah kakiku,
rapuh
Tapi aku terus menari, melangkah menapaki
Ketika aku sampai dipuncak,
terlonjak hatiku,
melihat gembala bersenandung di tengah
bersama burung dara gembalanya
Refasa, 2 oktober 2009
Tarianmu menunjukan indahmu
walau es tertapak pada kakimu
Tapi kau bisa merubah semua hawa dingin
menjadi sebuah kehangatan
Aura hangat yang membuat musim salju
menjadi musim semi
Uzan 2 Oktober 2009
Kehangatan
Dan ia akan menghilang, aku akan menanti musimnya tiba
Refasa, 2 oktober 2009
Tak ada salju yang bertahan selamanya,
hanya kehangatan hati yang mampu membuat semua salju mencair
Pancarkan cahayamu agar mereka mengerti
Betapa hangatnya kasih sayangmu
Uzan 2 oktober 2009
Tapi, meski kebekuan itu mencair
yang tak menguap dalam hati
Refasa, 2 oktober 2009
Dingin yang tersisa tidaklah selalu buruk,
tanpa rasa dingin tak
Dinginmu akan melawan semua panas dan emosi
yang akan menghancurkanmu
Uzan 2 oktober 2009
Aku tak menganggap dingin itu buruk
Dingin memang tak pernah selalu buruk,
Namun ketika kesejukan menyentuh raga,
Ia membuatku menggigil dingin dalam kesendirian
Refasa, 2 oktober 2009
Kau tak sendiri,
karena ada pendamping yang selalu menemanimu
dalam merasakan sakitnya kehampaan dalam salju
Seseorang yang memiliki kehangatan
bagaikan matahari pagi
Uzan 2 oktober 2009
Tapi ketika ia pergi
ketakutan untuk sendiri
akan menjadi kengerian
yang lebih menakutkan dalam hidup
Refasa, 2 oktober 2009
Takdir telah terukir cerita telah tercipta
Suatu saat kita pasti akan merasa sepi dan hampa
Karena tanpa sebuah pengalaman
kita tak akan bisa menjadi lebih kuat
Uzan 2 oktober 2009
Tapi akankah kekuatan
mengalahkan pengalaman kelam yang
menenggelamkan kebahagiaan
di samudera kepiluan tanpa dasar,
menyerap semua kebahagiaan menjadi mimpi
Refasa, 2 oktober 2009
Bagi kita para pengindah kata,
kebahagiaan dapat datang dari tiap kata
yang kita ucapkan
tiap huruf yang kita maknai,
dan tiap tinta yang kita torehkan pada secarik kertas
Uzan 2 oktober 2009
Mengapalah aku ingin menjadi penyair,
memiliki dunia
dimana kata menjadi kekuatan tanpa batas
yang kumiliki
Refasa, 2 oktober 2009
Hidupku dipenuhi kata dan nada
Ku tak memilih menjadi penyair, tapi takdir yang memintaku untuk menjadikannya indah
Hanya kata dan musik
yang selalu menemaniku dalam hidup
Uzan 2 oktober 2009
Ketika dunia tak bisa diraih
Aku bisa merangkai duniaku
Mewujudkan mimpi dan anganku
menjadi larik larik harapan yang nyata
Refasa, 2 oktober 2009
Itulah secercah kebahagiaan
yang dapat dirasakan oleh para pengindah kata
Kita dapat lakukan semua impian dan harapan
melalui imajinasi dan hati tanpa batas
Uzan 2 oktober 2009
Ketika dunia adalah dusta
Kata hati dalam dalam larik cinta,
tetap mengatakan kejujuran
apa yang ingin diungkapkannya
Refasa, 2 oktober 2009
Dunia adalah kehampaan
Semua yang ada adalah fana
Tak ada yang benar di dunia ini
Yang benar hanya mereka
yang menuruti kata hatinya
Uzan 2 oktober 2009
Kata hati selalu jujur
selalu menuntun pada jalan yang terbaik
meski yang terbaik adalah merajang diri sendiri
karena kejujuran pada kenyataan hidup
Refasa, 2 oktober 2009
Hatiku hanya untuk cinta
Jiwaku hanya untuk cerita
Uzan 2 oktober 2009
Karena
ketika aku tak lagi memiliki warna untuk melukis
dan kata yang bermakna
untuk kisah hidupku
ukiran tak berjelaga,
berkisah lebih lama tentang cinta
Refasa, 2 oktober 2009
Tak selamanya lukisan membutuhkan warna
Tak selamanya kata memiliki arti
untuk itulah kita diciptakan
agar dapat memberi dunia ini
menjadi penuh warna dan juga arti bermakna
Uzan 2 oktober 2009
Aku bersyukur tercipta dengan hati
karena
meski ia tak berwarna
dapat melukiskan sosok yang begitu nyata,
meski tak bisa memaknai hidup,
dapat memaknai apa yang dirasakannya
Refasa, 2 oktober 2009
Kini hanya ada satu tercipta inginku
Ku ingin dunia melihat apa yang kulihat,
Merasakan apa yang kurasa
Dan mengerti tiap makna
dari tiap detik hidup
dan syair yang kuciptakan
Uzan 2 oktober 2009
Tapi
hanya sedikit yang melihat dengan mata kita
hanya melihat apa yang mereka pikir
benar benar dilihat
mereka enggan merengkuh
dan mengerti apa yang dirasakan hati yang lain
sajak sajak refasa ( hhe udah minta ijin kok )
01 October 2009
Refasa, 31 Agustus 2009
Abu abu hanyalah ketakutan kita
untuk mendapat kegagalan
Jadikan hidupmu bercahaya
agar warna abumu pudar
Refasa, 28 September 2009
Refasa, 29 September 2009
Melodi suram merasuk dalam pikiranku
Kubertanya, kumencari apakah arti nyanyian sepi
Simfoni tanpa harapan yang selalu ingin didenganrkan ini
Kutuliskan setiap detak nada
Kucari apa inginnya pada diriku
Kukirim suaraku pada para pecinta
Ku tunggu setiap nada fa dan sa yang terungkap
Laguku
Suaraku
Nadaku
Simfoniku
Kini mengalun pada dirimu
Refasa, 29 September 2009
Begitu banyak kisah tentang indah disana
semua karena cinta
Harap hanya harap
Mimpi hanya mimpi
Harap adalah mimpi
Tapi mimpiku takkan bisa berharap lagi
Walau seribu dawai dipetik
Kegundahan tetap abadi
Walau malaikat bernyanyi
Tapi melodiku hanyalah suara sepi dalam kegelapan
Iblis pun ikut menangis mendengar paraunya alunan nadaku
Yang Lainnya
Sabtu,23-02-2008
Cinta yang Tersirat
Salahkah hati ini bila mencintai hati yang lain
Salahkah hati ini yang selalu mendamba
Salahkah hati ini yang selalu merindukanmu
Salahkah hati yang menorehkan namamu dalam relung ini
Salahkah aku yang mencintaimu
Tak usah kau peduli akan hati ini
Hati yang memang tak pernah
Kau anggap ada
Karena dalam jiwamu
Yang berbisik dalam hati
Merindukan bunga yang
22 Mei 2008
Bunga Tidur
Saat kulihat sosokmu
di bunga tidurku
kau buat aku mengejarmu
hingga alam sadarku
berharap bertemu
dan memilikimu dalam nyata
kau yang membelaiku dengan lembut
menghapus tangisku
akankah hanya sebatas
pengalaman dalam tidur
aku mengejar bayangmu
berharap tersenyum dalam nyata
tapi kau tak menoleh
saat ku merindukanmu
tak kau hapus air mataku
saat menangis
bahkan
saat aku ingin bertemu denganmu
dalam tidurku
kau tak datang dalam mimpiku
sungguhkah kau hanya khayalku
bunga tidurku
yang menyapaku sesaat
21 Agustus 2008
Tak Kenal Duka
Aku.
Aku,
Aku yang meratap sendiri
Dalam kebisingan cercamu
Aku,
Hanya tangisku yang terdengar
Dalam hingar ceriamu
Tak kau dengar aku
Kau sibuk dalam bingar keceriaanmu
Yang tak kenal duka
Mungkin,aku yang tak pernah kenal tawa
Hanya mampu memendam duka sendiri
Menjadi rahasiaku
Rahasia antara aku,
Hatiku,
Dan Tuhanku
Terkubur dalam
Kesemuan tawa…
18-10-2008
Sayap Kecil yang Berduka
Saat ku lihat dirimu
Termenung dalam riuh tawa
Sendirian…
Ingin ku raih dirimu
Namun kau terlampau jauh
Banyak duka dalam hatimu
Tapi justru kau
Yang menghapus tangisku
Membuatku tertawa
Dengan sayap kecilmu
18-10-2008
Lara Tanpa Duka
Hatiku teriris ketika melihatmu
Padahal ku tak tahu
Rautmu itu
Menyelipkan seuntai duka
Aku menangis
Tanpa ada duka
Yang menyayat
Aku sakit tanpa
Perih yang kurasakan
Mengapa kau
Berikan lara
Yang tak berduka
Bila kau tak sanggup
Menghapusnya
18-10-2008
Menapaki Kenangan
Aku bimbang dalam persimpangan
Kemana aku
Persimpangan yang menuntunku
Pada potret kelabu
Persimpangan yang menarikku dalam
Mimpi burukku
Persimpangan yang menyeretku
dalam masa depan yang tak gemerlap
Aku terseok
Dalam kebimbangan
Lalu diam sesaat…
Tak kulangkahkan kaki
Menuju persimpangan manapun
Aku memilih berjalan
Dalam kenanganku sendiri…
28 April 2009
Nol Bahasaku
Aku tak suka matematika, karena semua bilangan
menjadi nol bila dikalikan nol
Dan fisika memaksa kecepatan menjadi nol
ketika benda jatuh ke tanah,
kehilangan energi potensialnya karena tak punya ketinggian
Ekonomi mengenal nilai pearmintaan inelastis sempurna
ketika elastisitasnya sama dengan nol
Musik mendengar nol sebagai tanda istirahat dalam partiturnya,
tapi hidup tak berhenti untuik istirahat
tak menunggu untuk penyesalan
Tapi aku menemukan bahasa,
lalu bahasa memahamiku,
ia memberiku kebebasan berbicara
merangkai kata hatiku
19 Maret 2009
Memiliki Diriku Sendiri
Terkadang aku benci diriku sendiri
Mengapa aku harus mengalah pada rasa ini
Rasa sakit, pilu, terluka, sedih
Kadang aku mearasa berada di tempat yang salah
Aku dipaksa berada di sini
Kesakitan, luka merebut tubuh dan pikiranku
Hanya batinku yang bertahan
Berjuang dengan rasa sakit
Merebut kembali jiwaku
Separuh nuraniku seolah terdesak keluar
Dikuasai kesakitan
Aku ingin memiliki diriku sendiri…
11 Agustus 2009
Dengki
Tawa mereka adalah cacian
Tangis mereka adalah kemunafikan senyum mereka adalah keangkuhan
Dan kebahagiaanku adalah racun bagi mereka
yang tak ingin aku ada
31 Agustus 2009
Helat
Tak ada yang tetap di dunia,
semua berubah,
kecuali peubahan itu sendiri
Begitu pula aku,
terhisap dalam dunia yang tak ku kenal
Dengan ruma yang sama,
tapi aku tak merasa pulang
Lingkung yang sama,
tapi aku merasa tak pernah tinggal
Masyarakat yang sama, tak merasa aku mengenalnya
Aku asing di dunia yang sama,
tapi tetap tak ku kenal
Aku asing, hingga asing pada diriku sendiri
Tuhan, tuntun aku kembali ke rumah
31 Agustus 2009
Kosong
Bahagia tak lagi buatku tertawa,
amarah tak lagi buatku murka,
duka tak lagi buatku sedih dan terluka
Getir, getas, rapuh, bahkan hampa tak pula dirasa;
aku hidup dalam kekosongan
31 Agustus 2009
Kata
Aku tak punya warna untuk melukiskan hidupku,
yang aku punya hanya kata,
tak berwarna,
tapi bermakna, untuk menceitakan kisahku
atau aku punya pahatan kehidupan dalam hati,
tak berjelaga, tapi membekas dalam kenangan hidupku
28 September 2009
Alunan hati
Tak
dengan alunan sendumu
karena sebelum kau bisa meraih taman hati,
telah kau gersangkan
yang kau lalui
29 September 2009
Air
Air tak selau tenang
Semakin keras kau memukulnya, maka
Akan semakin keras percikan air menghujam hatimu
Bahkan menghadirkan sunami di hidupmu,
29 September 2009
Senandung
Ketika pujangga menorehkan cinta,
kalbu mengalun menggetarkan dawai
yang tak jua berada dalam harpanya
Namun ketika amarah dan benci bersenandung,
yang ada hanyalah tembang duka pemakaman
untuk bahagia yang pergi
uang seribu palsu???

hha perbincangan yang tiba tiba di sekolah
Kumpulan Puisi ( Januari 2008 - Juli 2009 )
28 September 2009
29-1-2008
Batas Cinta
batasan hidup seseorang adalah kematian,
batasan mimpi seseorang adalah kenyataan,
tapi dimanakah batasan cinta…
batasan ketika cinta tak bisa meleburkan amarah
batas dimana dusta meracuni hati,
batas dimana hati terluka,
batas dimana hati terkulai luka dihempas duka
batas dimana cinta diingkari…
Dialog Hamba pada Tuhannya
19-02-2008
Tuhan,salahkah aku
Mendamba surga,
Bukan cintamu
Tuhan,salahkahku,
Takut akan neraka
Bukan takut akan kehilangan cintamu
Tuhan,
Salahkahku lebih cinta pada sesama
Tidak padamu
Salahkahku rindu akan dunia
Bukan cintamu
Salahkah hambamu menangis karena
Kehilangan dunia
Tapi tak takut kehilangan cintamu
Tuhan,dustakah aku
Menafikan cahayamu
Dalam hatiku
RaBu, 5 MaReT 2008
Cinta ini milik siapa
Tuhan
Jantung ini milik siapa
Mengapa debarnya tak dapat ku atur
Mengapa ia selalu mengejar hati yang lain
Mengapa selalu berdegup berlawanan dengan hatiku
Tuhan
Hati ini milik siapa
Mengapa relungnya penuh
Dengan hal yang tak ku kenal
Mengapa merindukan hal yang tak ku kenang
Mengapa meresahkan dia yang tak disampingku
Tuhan
Mata ini milik siapa
Mengapa selalu menoleh padanya
Mengapa selalu menatap mata yang sama
Mengapa selalu berbinar
Melihat sesuatu yang tak ku lirik
Mengapa selalu menangkap bayangnya
Mengapa menangisi dia yang pergi
Tuhan
Angan ini milik siapa
Mengapa selalu memikirkannya
Mengapa selalu mengingatnya
Mengapa selalu tergambarkan dirinya
Tuhan
Bibir ini milik siapa
Mengapa selalu menyebut namanya
Mengapa selalu dirinya yang terucap
Mengapa selalu memujinya
Mengapa selalu mengagungkannya
Mengapa selalu mengembangkan senyum untuknya
Tuhan
Tangan ini milik siapa
Mengapa selalu ingin menyentuhnya
Mengapa selalu ingin mendekapnya
Mengapa selalu ingin membelainya
Tuhan
Telinga ini milik siapa
Mengapa namanya yang selalu terngiang
Mengapa selalu merindukan kata katanya
Tuhan
Kaki ini milik siapa
Mengapa selalu melangkah padanya
Mengapa mengapa selalu menghampirinya
Mengapa selalu ingin berlari bersamanya
Tuhan
Cinta ini milik siapa
Inikah cinta yang kau beri
ApRiL 2008
Detik Dosa
Aku tak suka
Detik yang berdenting
Di sebelahku
Seakan menghitung
sisa waktu yang ku miliki
untuk tinggal dalam mimpi fana ini
Aku tak suka detak yang berdegup ini
Tapi aku pun terlalu
takut untuk mati
Seakan mereka menghitung dosa
Yang kulakukan pada dunia
Dan Tuhanku
Mataku tak tahan mendengar ribuan doa
Dan menangis
Karena tak pernah aku
Memanjatkannya sekalipun pada Tuhan yang setia
Mendengar rintihan umatNya
Aku terlalu menafikan diri
untuk mengakui kelemahan
iman ini yang kehilangan
imam dalam mencari
sebuah surga
terlalu takut untuk berkata,
Tuhan, maafkan
HambaMu yang munafik ini
Tak ku hiraukan
Keberadaan Mu yang selalu menyayangiku
10 April ‘08
Dinginnya Duka
Dingin tak lagi menusuk tulangku
Tapi merobek hatiku…
Tak berkeping, tapi hancur tak berbekas
Kau buatku menangis,
Tak lagi terisak,
Namun terdiam.
Terdiam hingga tak lagi kubisa
Teteskan air mata
Bahkan sekedar
Menunjukan raut
Duka
13 Mei 2008
Cinta Nuraniku
Aku hanya bisa tertegun
memikirkanmu dari sudut hatiku
aku hanya bisa mencuri pandang
menatapmu dari ujung ekor mataku
hanya tersimpul senyum tipis
ketika ku lihat tawamu
hanya terucap desah
saat diri ingin memuji
hanya belai lemah
saatku ingin mendekapmu
hanya bisik yang terhempas desah angin
saat diri ingin menjerit mengelukan namamu
kekasih , bukanku menyisakan sedikit cinta untukmu
tapi hanya sedikit keyakinan
untuk menyatakan cinta
bukanku takut salah mencintaimu
tapi takut kau tinggalkanku saat tersenyum
biarkan hati ini memendam rasa sendiri
tak perlu kau ungkap cinta
yang buatku menangis
15 Mei 2008
Salju Merah Jambu
Bayangmu yang slalu ada
menatapku tertegun disudut hati
ingin kusapa sosok yang membatin itu
namun dera yang tertangkap telinga
menggores salju merah muda
ah , sudahlah
salju akan mencair pula
laiknya embun saat terik
lenyap
tanpa kugores pula luka itu
bukan salahku ia mencair
tersirat angkuh dalam diri
menepis rasa bersalah
namun sosokmu lah yang selalu dicari mataku
bayangmu yang selalu ingin ku lihat
batinmu yang ingin kudengar
sosok yang mendamba dalam hati merah jambu
tetaplah tersenyum dalam terik mentari
karna aku pula
akan menanti musim
saat daun menyapa tanah
gugur
lalu musimmu kembali
membelai menusuk kalbu
musim salju merah jambu
berseminya hati yang membeku
16 Mei 2008
Larik cinta seorang pujangga
Kekasih , pujangga hatiku
dikala engkau torehkan
larik larik cinta
menjadi sebuah sajak cinta
mengalun kalbu dalam angan
menggetarkan dawai hati
yang tak jua berada dalam harpanya
terputus duka
saat jerit tangis mengalun
laiknya tembang duka pemakaman
hati yang terkubur duka
seakan bangkit dari lelapnya
kembali menari
dalam alunan harpa tak berdawai
berdentum dawai tak beraga
memadukan kasih
saat kau genggam hatiku yang galau
29 07 2008
Kemarau
Berguguran daun mahoni
Laiknya hatiku yang meranggas
Kering tanpa tawa
Hujan pun terasa
Tetes tak berarti
Tak lagi membuat
Gembur jiwaku
Tapi embunmu,
Yang tak pula membasahi
Akarku , memekarkan
Bunga , yang bahkan
Tak berkuncup
12-09-08
Kenangan yang sama
Kau bagian hilang dari hatiku
Kini ku temukan kembali kepingan
Kenangan itu
Meski beribu rasa telah mengubahmu
Kau tampak sama
Bagian yang hilang
Meski kau tak lagi sama
Kau bagian yang tetap
Memiliki tempat yang sama
Saat kita bertemu
Dalam pengalaman
Bunga tidurku
Kau tetap
Bagian kenangan de javu’ ku
18-10-2008
Puisi Tanpa Makna
Pabila penat melanda
Terkadang
Kata merangkai
Kalimatnya sendiri
Tanpa ku tahu maknanya
Terkadang lariknya
Membuatku menangis
Tapi
Aku tetap
Tak tahu maknanya
Kadang kala menggelitik
Kalbu untuk tertawa
Tapi larik mana yang
Menghiburku
Aku tak tahu
Mereka mengambang
Dalam
Konotasi yang hanya
Mereka yang tahu
Aku tetap tak tahu
Apa maknanya
18-10-2008
Pasir Pantai
Aku bukan pujangga
Yang mampu merangkai larik indah
Untuk merangkai
Bunga dalam taman hatimu
Aku bukan pelukis
Yang mampu
Membingkai parasmu
Aku bukan pembuat roman
Yang mampu
Mendongengkan pribadimu
Aku bukan pemusik
Yang mampu menggetarkan dawai
Jiwamu
Aku bukan siapa – siapa
Bukan apa – apa
Aku hanyalah
Sebulir pasir
Di pantai yang ingin
Membuatmu tersenyum
29 Januari 2009
Aku dan Hujan
Terkadang aku tak suka pada hujan,
Ketika ia riuh menjatuhkan diri,
Aku terkungkung dalam kegelapan sendirian
Kadang aku iri pada hujan,
Ia bisa mengalir,
Tak ada yang menghalanginya,
Kadang aku berteman dengan hujan,
Ketika aku menangis bersamanya,
Kadang aku rindu pada hujan,
Meminta ia tetap di sini,
Tapi ia selalu pergi,
Menguap bersama luka dan kenanganku,
Kadang pula aku meradang pada hujan,
Saat ia merenggut yang kumiliki.
Hujan,
Apa yang kau tinggalkan pada diriku,
Yang tak menguap dari hatiku…
6 Februari 2009
Waktu Milikku
Andai waktu menari lebih lambat,
Atau berlari lebih cepat,
Andai satu jam bukan enam puluh menit,
Andai ia menari menjadi tiga menit,
Maka
Untuk memaki Tuhanku dan takdirku
Andai satu jam menari lebih lambat,
Andai hari menari lebih cepat dari 24 jam ke 3 jam,
Andai ia menari lebih lama lagi
Enam puluh jam kugunakan tuk bahagiaku.
Dan andai waktu,
Berlari dan menari bersamaku,
Maka
6 Februari 2009
Aku bukan matahari yang tak letih
Menyinari bumi dengan sempurna,
Bukan bintang yang bercahaya
Yang sempurna dalam temaram
Aku pun tahu,
Aku tak
Bahkan menyamainya
Tak pula sekedar menjangkaunya
Mungkin, aku adalah sebuah
Yang tak luluh dibakar mentari
Namun dalam kebekuan itu,
Hatiku rapuh dibuatnya
Patah, hancur, dan menguap
Pabila terbentur kengerian dunia,
Namun luka dan hatiku,
Telah beku ditelan badai salju
6 Februari 2009
Ukiran Cinta
Rasa apakah yang
Senang, sedih, suka, duka, marah, benci
Malu, bingung, takut
Ketika cinta menyambangi hatimu
Kau sambut ceria cinta itu,
Atau kau jatuh dalam ketakutan dikhianati
Atau kau bahkan menolak cinta itui di hatimu
Dan menguburnya, mengabaikan polemik berkecamuk
Dan bila ia menyambangiku,
Aku akan mengukir cinta yang tidak terlukiskan
Dalam hati kecilku
11 Februari 2009
Aku Melihat Dunia
Mengapa begitu banyak orang
Yang menutup pintu hatinya
Membutakan mata hatinya
Buta akan realita kehidupan
Buta akan kenyataan yang membentang
Buta akan kehidupan di sekelilingnya
Karena beberapa orang hanya melihat apa yang mereka tahu
Sebagian dari mereka
Hanya melihat apa yang mereka
Ingin lihat
Dan
Hanya sedikit diantara mereka
yang melihat apa yang benar benar
mereka lihat
membuka mata pada dunia
15 Februari 2009
Menanti
Aku masih berdiri di persimpanagn itu
Menantimu datang kembali padaku
Waktu berlari,tapi tidak denganku
Aku tetap menantimu disana
Saat waktu kembali merangkak
Aku tetap menantimu di persimpangan itu
Menunggumu…
Hingga waktu tak mengijinkanku
Menunggumu di persimpangan itu
Hatiku tetap diosana menantimu
Yang datang menuntunku pulang
17 Februari 2009
Aku Cinta
Egokah aku
Ingin dicintai
Salahkah aku mencintai,
Dan
Egokah aku
Mencintai diriku sendiri,
Tidakkah orang mencintai
Diri mereka sendiri
Sebelum belajar mencintai
orang lain
31 Maret 2009
Takdir bagiku
Aku tak ingin membencinya
Aku tak sanggup membencinya
Aku tak ingin melupakanya
Aku tak pula sanggup melupakannya
Aku harus melupakannya
Meski aku tak bisa
Aku ingin bersikap biasa padanya
Tapi aku tak bisa…
Karena ia begitu luar biasa bagiku…
Juli 2009
Duka?
Ketika hati bergelimang kebahagiaan
Saat jamur kesedihan kering
Saat parasit dendam mati ;
Akankan bunga simpati akan turut hilang
Karena lupa bagaimana rasa sakit
Juli 2009
Kehilangan rasa
Kenapa tak ada sajak yang mengisi hatiku lagi
Tak bisakah meroket lagi mimpi mimpiku
Sudah habiskah
Avtur kisah cinta yang membuatnya melambung
Atau
Menolaknya dari bumi
Menuju langit langit angkasa
Dengan ribuan sajak bintang
Juli 2009
Duniaku
Dimana lagi aku akan hidup
di dunia dimana uang adalah segalanya;
aku tak punya materi,bukan pula penumpuk harta
di dunia dimana otak menjadi senjata utama;
ilmuku bahkan tak sampai untuk menghitung limit
di dunia dimana paras menjadi perhatian,
wajahku tak elok rupa, bahkan saat tersenyum:
Tapi: di dunia ini; duniaku;
dimana kata bisa menjadi kekuatan
aku
hidup sebagai penyair