biologi

14 October 2010

Nemathelminthes(Nematoda)

Cacing Gilig

Nemathos =benang

Nemathelminthes

Nelminthes =cacing

Ciri-ciri

Tubuh silindris ,simetri bilateral

Tidak bersegmen dan tidak bersilia.

Meiliki lapisan ektodermis,mesodermis,endodermis (Triploblastik pseudoselomata)

Dinding tubuh otot longitudinal

Tidak memiliki sistem sirkulasi,respirasi.

Sestem saraf mengelilingi esofagus dan bercabang-cabang.

Reprodusi Sexual dan asexual.Sistem reproduksi bersifat gonokoris (organ kelamin jantan dan betina terpisah) fertilisasi internal

Habitat :Air tawar,laut, ditanah.dan sebagai parasit.

Nematelminthes diklasifikasikan menjadi dua kelas yaitu Nematoda dan Nematophora.

Ascaris Lumbricoides(cacing gelang) yang bersifat parasit

Ciri-ciri

- Hidup parasit dalam usus manusia penyakitnya dinamakan Ascariasis

- Hewan ini bersifat kosmopolit terdapat disemua tempat.

- Bentuk tubuh bulat panjang sekitar 20-40cm diameter 0,5 cm.

- Permukaan tubuh licin berlapis kutikula

- Tidak memiliki sitem pernapasan khusus

- Memiliki 4 garis tubuh, garis dorsal, ventral dan dua lateral.

- Mulut memiliki 3 bibir

- Telur yang dihasilkan sekitar 27 juta setiap keluar sekitar 200 ribu.

- Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan

- Dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual

- Siklus hidup

Telur masak (tidak disengaja) tertelan manusia menetas menjadi larva disaluran pencernaan

menembus usus peredaran darah Jantung Paru-paru Trakea dengan batuk-betuk tertelan kedua kalinya usus Cacing dewasa.

Spesies lain :

-Ascaris megalospara hopesnya diusus kuda

-Ascaris suilae/ascaris suum hospesnya diusus babi

Ancyslostoma duodenale dan Necator americanus (Cacing tambang)

Ciri umum:

- Panjang 1-1,5 cm

- Pada anterior terdapat mulut, usus, dan anus

- Sebagai alat perekat dan penghisap darah

- Dapat menegeluarkan zat anti beku darah

- Menyebabkan penyakit Ancylostomiasis

- Siklus hidup:

Telur (Keluar bersama feses) menetas menjadi larva Rhabditiform Larva

Filariform aktif akan menembus kulit aliran darah Jantung Paru-paru

Trakea tertelan masuk ke Duodenum (usus 12 jari) Menghisap Darah

SISTEM ORGAN DALAM TUBUH AMPHINEURA

Sistem organ

Keterangan

Sistem pencernaan

Saluran pencernaannya memanjang sempurna dari mulut hingga anus.

Sistem saraf

Sistem saraf terdiri dari dua pasang tali saraf longitudinal yang dihubungkan dengan daerah mulut

Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah terdiri dari jantung yang beruang tiga, aorta dan sinus

Sistem ekskresi

Hewan ini mempunyai dua ginjal untuk membuang zat sisa

Sistem reproduksi

Sistem reproduksinya terpisah dan dilakukan secara seksual

SISTEM ORGAN DALAM TUBUH PELECYPODA

SISTEM ORGAN

KETERANGAN

Sistem pencernaan

Makanan masuk bersama air ke mulut → kemudian ke kerongkongan → lalu ke lambung → lalu ke usus → lalu ke lubang anus yang ada di bagian belakang.

Sistem saraf

Sistem saraf tersebar dan memiliki tiga pasang pusat susunan saraf yang disebut ganglion, yaitu otak di otot depan, ganglion visceral di dekat otot belakang, dan ganglion kaki di kaki.

Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah memiliki jantung yang terdiri atas dua atrium dan satu ventrikel. Ventrikel memompakan darah melalui anterior menuju kaki, ginjal, dan insang. Aorta posterior mengalirkan darah menuju rektum mantel. Kemudian, darah kembali ke jantung melalui pembuluh vena

Sistem Ekskresi

Sistem ekskresi menggunakan sepasang nefridium yang berperan seperti ginjal.

Sistem reproduksi

Hewan ini mempunyai jenis kelamin jantan dan betina yang terpisah (diesis), tetapi ada pula yang hermafrodit (monoesis).

Alat Indera

Alat indera tidak berkembang tetapi terdapat alat keseimbangan (statosista) yang terletak di belakang ganglion pedal dan osphradium (benda berwarna kuning) yang diduga sebagai alat penyaring air yang masuk ke mantel; alat ini terletak di dekat ganglion viseral. Sel-sel yang peka terhadap rangsang (sel sensoris) terdapat di tepi mantel.

Pelecypoda memiliki cangkang yang terdiri atas 3 lapisan, yaitu :

Periostrakum

Merupakan lapirsan terluar, tipis, terdiri dari zat tanduk. Lapisan ini melindungi cangkang dari asam

karbonat yang ada di air.

Prismatik

Merupakan lapisan tengah yang tersusun atas kalsium karbonat.

Nakreas

Merupakan lapisan terdalam yang mengkilat, yang disebut pula sebagai lapisan mutiara.

Filum Anthropoda (hewan berbuku-buku)

Ciri-ciri

- Tubuh bersimetri bilateral

- Terbagi atas segmen-segmen yang berbeda

- Banyak anggota badan yang berpasangan

- Mata sederhana atau majemuk atau bahkan tak ada

- Antena ada dan tidak

- Tubuh dan anggota sering tertutup rangka keras

- Biasanya membiak dengan telur

- Kelamin umumnya terpisah

- Tahap larva sering terjadi

Struktur dan fungsi tubuh :

- Kepala dada (sefalotoraks)

- Badan belakang (abdomen)

- Sistem pencernaan dan pengeluaran

F dimulai dari mulut bagian depan sampai anus bagian belakang (posterior). Urutannya mulut,

kerongkongan, lambung, usus, anus. Sisa metabolisme dikeluarkan melalui kelenjar hijau.

F aseksual : partenogenesis dan paedogenesis

- Sistem saraf dan indra

F tangga tali, ganglion kepala yaitu otak berhubungan dengan mata, antena dan indera

keseimbangan (statoista) didalamnya ada batu keseimbangan (statolit)

- Sistem Pernapasan

F insang, permukaan tubuh, peredaran tubuh terbuka

- Sistem reproduksi

F bersifat diesis, pembuahan internal dalam tubuh betina

Berdasarkan perbedaan dan persamaan struktur tubuh arthropoda dikelompokkan menjadi beberapa kelas, yaitu :

- Kelas crustaceae

- Kelas arachnida

- Kelas merostomata

- Kelas chilopoda

- Kelas diplopoda

- Kelas onychophora

- Kelas pycnogonida

- Kelas pentastomata

- Kelas symphyla

- Kelas pauropoda

- Kelas insecta

Peran arthropoda

Peran menguntungkan :

- Kelas crustaceae, udang dan kepiting sumber makanan, sumber ekspor

- Kupu-kupu dan tawon membantu penyerbukan

- Lebah madu menghasilkan madu, bahan pak).

Peran merugikan :

- Kelompok acarina (tungau) sebagai parasit

- Acarina pada rikus sebagai penyakit pes

- Crustaceae bernakel mengotori air dan merusak kayu

- Belalang dan ulat merusak tanaman

- Wereng menyebarkan penyakit pada tanaman

- Nyamuk anopheles, penyakit malaria

- Nyamuk aedes, demam berdarah

- Nyamuk culex fatigans, vektor penyakit kaki gajah

- Glossina sp, vektor penyakit tidur

- Musca domestica perantara penyakit diare

- Helmithermis sp, perusak bahan bangunan

Filum arthropoda :

Kelas crustaceae

Ciri – ciri :

- Umumnya hidup di air (air laut, air tawar)

- Sebagian besar zooplankton ada pula plankton kecil sampai yang besar

- Tubuh terdiri atas kepala dan dada yang tersusun menjadi satu serta perut yang ujungnya disebut telson.

- Punya kulit keras dari zat kitin dan zat kapur

- Punya 2 pasang antena

- Punya 1 pasang kaki pada setiap ruas tubuh, kecuali udang dan kepiting 5 pasang

- Bernafas dengan insang dan ada pula dengan permukaan tubuh

- Alat ekskresi berupa sepasang badan (green gland).

- Reproduksi seksual

- Sistem saraf tangga tali

- Alat pencernaan dilengkapi mulut, esofagus, lambung, usus, anus

- Sistem peredaran darah terbuka

- Pada udang terdapat statokis (alat keseimbangan)

Klasifikasi crustaceae

Dibagi menjadi 2 sub kelas

- Subkelas entomostraka

Ä merupakan udang tingkat rendah

Ä anggota udang – udang kecil (zooplankton)

Ordo branchiopoda

- Tubuh transparant (tembus cahaya)

- Bergerak dengan antena

- Ukuran beberapa mm hingga 10 cm

- Contoh daphnia dan notostraca

Ordo ostracoda

- Hidup di air tawar dan laut

- Sebagai parasit dan tidak

- Segmentasi tubuh tampak jelas

- Tidak memiliki mulut (disebut alat isap)

- Cth cyclops (plankton) dan penella (parasit)

Ordo cirripedia

- Bentuk seperti karang

- Hidup bebas sebagai bernakel dan ada pula sebagai parasit

- Habitat laut

- Cth sakkulina

Ordo branchiura

- Habitat air tawar dan laut

- Kebanyakan hidup sebagai parasit

- Kepala dan dada terlindung karapaks

- Cth argulus

- Subkelas malacostracas

Ä kelompok udang tingkat tinggi

Ä meliputi ¾ jumlah crustaceae

Ä cth udang

Ä hidup di air tawar, laut, danau, kolam

Ordo isopoda

- Memiliki kaki sama

- Hidup di darat, air tawar, laut

- Cth oniscus asellus

Ordo stomatopoda

- Hidup di laut

- Bentuk tubuh seperti belalang sembah

- Kepala tertutup karapaks

- Warnanya mencolok

- Cth squolla empusa

Ordo dekapoda

- Cth udang dan kepiting

- Punya 5 pasang kaki

Cth nyata udang memiliki ciri :

- Terdiri atas 13 ruas yang menyatu

- Eksoskeleton bagian sefalotoraks mengeras disebut karapaks

- Dorsal karapaks terdapat tekukan melintang

- Memiliki mata majemuk bertangkai

- Mulut udang memiliki mandibula dan dibelakangnya terdapat maksila

- Memiliki capit

- Setiap ruas terdapat kaki renang

- Memiliki telson sebagai alat keseimbangan dan pelindung telur

Kelas arachnida

Ciri – ciri :

- Berasal dari kata archne (laba-laba)

- Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen

- Punya 4 pasang kaki pada sefalotoraks sedang abdomen tak punya

- Punya 2 pasang alat mulut yaitu 1 pasang kelisera (seperti gunting), 1 pasang pedipalpus (seperti kaki dan bercakar)

- Hidup di darat dan ada pula sebagai parasit

- Punya 8 mata

- Tidak punya antena

- Alat pernapasan berupa paru-paru buku

- Alat ekskresi berupa pembuluh malpigi

- Alat pencernaan dari mulut sampai anus

- Sistem saraf ganglion otak dan simpul saraf yang terjulur ke seluruh tubuh

- Jenis kelamin terpisah dan pembuahan internal

Klasifikasi arachnida

Dibagi jadi 3 ordo :

Ordo scorpionida

- Golongan kala

- Abdomen bersegmen panjang pada segmen terakhir sebagai alat sengat

- Punya pedipalpus dan kelisera

- Punya 1-6 pasang mata

- Punya bulu tiap ruas untuk mengetahui getaran musuh

- Cth thelyphonus sp (kalajengking)

Ordo araneae

- Bangsa laba-laba (araneus)

- Abdomen tak bersegmen

- Punya 8 mata

- Punya indra sensori pada kaki

- Pada bagian ventral abdomen ada alat yang menghasilkan sutra (spinneret)

- Benang sutra untuk menangkap mangsa dan tempat sarang serta kokon

Ordo acarina

- Merupakan parasit

- Tubuh kecil tak bersegmen

- Abdomen bersatu dengan sefalotoraks

- Bernapas dengan permukaan tubuh

- Cth caplak atau tungau

Kelas merostomata :

- Kepala dan toraks bersatu

- Punya 24 anggota badan

- Perut tak bersegmen

- Punya 12 kaki

- Ekor panjang, runcing

- Kulit lebar dan berbentuk ladam

- Hidup di laut

- Cth eurypterid yang punah, kepiting raja (kepiting ladam)

Kelas chilopoda :

- Hewan berkaki 100/ sentipeda

- Bentuk tubuh pipih memanjang dan bersegmen

- Tiap segmen memiliki kaki kecuali segmen belakang kepala

- Pada segmen belakang teradpat cakar yang beracun (pedes maksilaris)

- Hidup didarat, bawah bebatuan

- Alat pernapasan berupa trakea bercabang

- Alat ekskresi berupa saluran malpigi

- Punya antena panjang

- Reproduksi seksual secara internal

- Cth kelabang

Kelas diplopoda :

- Hewan berkaki 1000/ milipeda

- Punya banyak segmen

- Bentuk tubuh bulat memanjang dan beberapa segmen tubuh bersatu

- Setiap segmen terdiri atas 2 pasang kaki

- Hidup ditempat gelap dan lembap sebagai herbivora

- Punya antena

- Pada antena terdapat rambut-rambut olfaktori (pencium) dan 1 pasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral

- Alat pernapasan berupa trakea bercabang

- Punya jantung berupa pembuluh dengan ostia di sebelah lateral

- Alat ekskresi berupa pembuluh malpigi

- Beberapa diantaranya dapat menggulung diri seperti bola

- Alat kelamin terpisah dan secara seksual

- Pada hewan jantan 2 pasang kaki pada segmen ke 7 mengalami modifikasi membentuk alat kopulasi (alat kawin)

Kelas onychophora :

- Seperti cacing

- Bentuk panjang

- Berkepala tidak tegas

- Banyak kaki

- Cth peripatus

Kelas pycnogonida :

- Tubuh kecil

- Segmen terpadu

- Tak ada rahang

- Punya 8 – 12 kaki yang panjang

- Hidup di laut

- Cth laba-laba laut

Kelas pentastomata :

- Bentuk kecil

- Tak bersegmen

- Seperti cacing

- Kepala dan toraks berpadu

- Tak ada anggota badan

- Tak ada pelindung yang keras

- Organ dalam tidak ada atau berkurang

- Mulut diperlengkapi kait

- Bersifat parasit pada vertebrata

- Cth linguatula

Kelas symphyla :

- Bentuk panjang

- Tanpa warna

- Seperti cacing

- Tanpa mata

- Punya antena

- Berahang

- Punya 24 kaki

- Cth kelabang kebun

Kelas pauropoda :

- Bentuk kecil

- Bersegmen

- Seperti cacing

- Tanpa mata

- Berantena

- Kaki 18 – 20

- Tinggal di bawah karang dan potongan kayu

- Cth pauropus

Kelas insecta :

Ciri ciri :

- Tubuh dapat dibedakan antara kepala dan perut

- Ada antena

- Punya mata faset dan mata oselus

- Punya tipe mulut yang berbeda yaitu :

a. tipe penggigit dan penusuk yaitu nyamuk

b. tipe penghisap yaitu kupu-kupu

c. tipe penggigit dan penjilat yaitu lebah

d. tipe penggigit yaitu belalang dan semut

- Punya sayap

- Punya 3 pasang kaki pada bagian dada

- Pada bagian perut terdiri 11 segmen

- Segmen terakhir bermodif menjadi alat genital

- Alat pencernaan memanjang dari mulut sampai anus

- Punya kelenjar ludah

- Peredaran darah terbuka

- Pernapasan sistem trakea

- Alat ekskresi berupa badan malpigi

- Sistem saraf tangga tali

- Indra penglihat berupa mata majemuk dan mata tunggal

- Jenis kelamin terpisah pembuahan internal

- Pembuahan mengalami metamorfosis

a. tidak memiliki metamorfosis (ametabola) telur langsung jadi imago, cth kutu buku

b. mengalami metamorfosis tak sempurna (hemimetabola) telur, nimfa, imago, cth jangkrik

c. mengalami metamorfosis sempurna (holometabola). Telur, larva, kepompong, imago, cth nyamuk.

- Pada antena punya indera pembau

Klasifikasi insect :

Dibagi jadi 2 subkelas

- Subkelas apterygota

Ciri – ciri :

Ä tak bersayap dan tak mengalami metamorf

Ä batasan kepala, dada dan perut tak jelas

Ä tipe penggigit

Ä transparant

Ä cth kutu buku

Ordo thysanura

- Subkelas pterygota

Ciri - ciri :

Ä punya sayap

Ä metamorf sempurna

Dibagi menjadi 10 Ordo :

Ordo isoptera atau archiptera

- Punya sayap sama

- Iso = sama, pteron = sayap

- Cth rayap

- Membentuk koloni sebagai kelompok tentara dan pekerja

Ordo orthoptera

- Punya 2 pasang sayap

- Orthos = lurus, pteron = sayap

- Sayap depan tebal (perkamen), sayap belakang tipis

- Tipe penggigit

- Kaki 3 pasang

- Ctk belakang sembah

Ordo hemiptera

- Punya 2 pasang sayap

- Hemi = setengah, pteron = sayap

- Punya zat tanduk pada dasar sayap

- Tipe mulut penusuk dan penghisap

- Cth walang sangit

Ordo homoptera

- Sayap berukuran sama

- Tipe mulut penusuk

- Merugikan manusia

- Cth wereng hijau

Ordo coleoptera

- Punya 2 pasang sayap

- Coleos = perisai, pteron = sayap

- Tipe mulut penggigit

- Punya zat tanduk

- Merugikan manusia

- Cth kunang-kunang

Ordo neuroptora :

- Punya 2 pasang sayap tipis dan banyak urat seperti jala

- Neuron = jala, pteron = sayap

- Tipe mulut penggigit

- Cth undur – undur

Ordo lepidoptera :

- Punya 2 macam sayap berwarna macam-macam

- Lepis = sisik, pteron = sayap

- Sayap bersisik halus

- Tipe mulut penghisap

- Larva merupakan tipe mulut penggigit

- Punya kelenjar sutra

- Cth kupu-kupu gajah

Ordo diptera

- Punya 2 pasang sayap tapi hanya 1 yang berfungsi

- Di = 2, pteron = sayap

- Sayap depan transparant berpembuluh darah

- Sayap belakang berubah membentuk bulatan (helter) dan tak berfungsi

- Tipe penjilat tapi ada pula tipe penusuk dan penghisap

- Cth culex fatigans

Ordo hymenoptera

- Punya 2 pasang sayap tipis

- Hymen = selaput, pteron = sayap

- Tipe mulut penggigit dan penghisap

- Segmen terakhir bermodif jadi penyengat

- Cth semut hitam

Ordo siphonoptera

- Tubuh pipih

- Siphon = penghisap, pteron = sayap

- Tidak bersayap

- Kaki kuat dan untuk melompat

- Segmentasi tubuh tak jelas

- Cth pinjal (kutu)

berbagai sumber

Daya tahan bayi dari ibu penderita HIV

12 October 2010

Saat ini, kebanyakan terapi berfokus pada sel darah putih yang berhubungan dengan sistem daya tahan tubuh manusia. Tim dari OHSU dan University of Washington menggunakan pendekatan yang berbeda. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan HIV memiliki antibodi yang berusaha menetralkan HIV. Ketika jumlahnya ditambah, bisakah antibodi tersebut melemahkan HIV sehingga tidak mengambil alih sistem kekebalan tubuh? Hal itu yang ingin diketahui oleh para peneliti.

Mereka mencoba meneliti dengan menggunakan tiga kelompok bayi monyet. Kelompok pertama diberi tambahan antibodi dari ibu yang sehat. Kelompok kedua diberi antibodi yang sesuai dengan SHIV (Siman/human immunodeficiency virus), virus hibrida yang digunakan dalam penelitian untuk memastikan hasilnya bisa diterjemahkan ke spesies lain. Kelompok ketiga diberi antibodi HIV yang mirip dengan jumlah yang mirip dengan kondisi yang diterima bayi saat dilahirkan dari ibu dengan HIV. Setelah itu, sistem kekebalan tubuh ketiga kelompok dimonitor setelah dipapar ooleh SHIV.

Enam bulan setelahnya, kelompok ketiga terlindungi lebih baik ketimbang kelompok lainnya. Kelompok ini berhasil mengembangkan antibodi penetral lebih banyak dan memiliki jumlah SHIV lebih sedikit dalam darah. Kelompok ini juga berhasil mempertahankan jumlah CD4+ dan sel darah putih yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh.

"Studi ini memperlihatkan kalau penambahan jumlah antibodi penetral pada saat yang tepat merupakan strategi untuk mengurangi tingkat infeksi dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh bayi yang baru dilahirkan," kata Nancy Haigwood, Ph.D, Direktur Oregon National Primate Research Center dari OHSU yang memimpin penelitian ini. "Tindakan ini tidak mencegah infeksi, namun membatasi level infeksi terhadap bayi yang baru dilahirkan dan mengurangi jumlah penderitaan sehingga memperpanjang umur mereka," tambah Haigwood.

http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/81/metode-baru-bantu-daya-tahan-bayi-dari-ibu-dengan-hiv

hidup dengan jantung buatan

Seorang anak laki laki berusia 15 tahun menjalani operasi selama 8 jam di Rome's Bambino Gesu Children's Hospital untuk menanamkan jantung robotik.Ini adalah penanaman pertama untuk pasien anak anak.

Jantung robotik itu ditanamkan permanen di dalam tubuh. Biasanya jantung robotik hanya ditanamkan sementara kepada pasien yang sedang menanti transpaltasi organ donor. Tapi, karena anak laki-laki itu menderita Duchenne muscular dystrophy (DMD)
http://www.scumdoctor.com/Indonesian/disease-prevention/genetic-disorders/muscular-dystrophy/Duchenne-Muscular-Dystrophy-And-Influenza.html
, penyakit yang menyebabkan kerusakan otot, jantung itu ditanamkan permanen.

Jantung robotik ditenagai oleh baterai yang ada di ikat pinggang yang harus selalu dikenakan oleh si anak laki-laki. Baterai tersebut diisi ulang setiap malam agar dapat menopang tenaga bagi jantung buatan tersebut. Berkat jantung ini, si anak laki-laki mungkin bisa hidup 20 hingga 25 tahun lagi.

Keberhasilan operasi ini memberikan harapan bagi orang penderita penyakit jantung yang tidak mungkin menerima donasi karena alasan klinik, demikian dinyatakan oleh rumah sakit.

baca selengkapnya : http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/83/bocah-15-tahun-dapatkan-jantung-robotik

poem

07 October 2010

08 : 08
24 September 2010

Berapa lama kau mengenal dunia ?
Satu tahun, dua, tiga,
Sepuluh tahun,
Seabad ?
Tapi selama apapun kau mengenal dunuia
ia tak pernah menujukkan wajah aslinya

Wajah mana yang dunia
pernah tunjukkan padamu
wajah tertawa,
wajah kebencian,
wajah penghinaan,
derita, memelas, atau
wajah cinta dan kebohongan

Tidak,
bukan wajah wajah itu
kadang dunia menunjukkan dua, tiga,
seribu wajah yang berbeda

Tapi tak ada yang tau
tidak aku, kau, dia
tidak juga mereka atau kalian

dunia
sudah menunjukkan wajah aslinya,
atau masih,
dan selalu menyembunyikannya

11:20
26 September 2010

seorang bocah mengajariku cinta

Ini musim panas,
Aku menikmati bunga musim panas
Seorang bocah datang padaku dan bertanya :
untuk apa kau disini ?
Melihat keindahannya
“pergilah” Katanya,
“musim akan berganti, semua keindahan ini akan gugur”

Ini musim gugur,
bocah itu kembali datang padaku
“ kenapa kau kemari ”,
ia menanyaiku
Untuk melihat mereka gugur
membebaskan harapan
“pergilah” Katanya,
“musim akan berganti, keindahan ini akan membeku”

Ini musim dingin,
“Kenapa kau tetap disini,
tak ada yang tumbuh di musim ini,
bahkan untuk sekedar melihatnya jatuh ke tanah”
Aku mengenang keindahan di musim panas,
dan berharap mereka akan menyapaku
di musim berikutnya.
“ tinggallah “ katanya
“untuk menanti musim semi”
“kau disini karena kebutuhannmu untuk
berada disini, bukan untuk apa yang ada disini”

Ini musim semi,
seorang bocah
telah mengajariku cinta

6 Oktober 2010

manusia terbuang

apa pedulimu ?
Chairil pun mau tak seorang kan merayu
tidak kau,
“ Tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu” *

aku bukan binatang jalang
hanya manusia yang terbuang
aku meradang
aku menerjang

aku tak bisa berlari,
tak mau berlari
pergi sendiri,
tak ada yang peduli

dan aku akan lebih tidak peduli*
jika kau mau hidup seribu tahun lagi
hingga sepi mengoyak hati
aku ingin seorang menganggapku berarti

* ” Aku ” karya Chairil Anwar

Angkot Mahmud - Tegalega Cari Masalah

27 January 2010

ternyata yang ada part 2 nya ngga cuma novel ato film ajah, ampe perjalanan yang bikin stress aja ada part 2 nya.


sekarang, saya pulang setengah dua dari sekolah.Kaya biasa, pulang naik angkot mahmud tegalega, duduk di bangku kiri paling pojok, dan tidur.

Waktu bangun karena eungap dan hareudang,muka saya yang madep jendela ( niatnya biar ngga ada penumpang angkot lain yang liat muka saya kalo tidur, jadi muka saya nengok ke jendela )eh waktu bangun ternyata angkot yang saya naikin mogok, jadi di dorong, dan pas saya melek untuk pertama kalinya setelah tidur di angkot, yang saya lihat adalahhh....

jeng jeng,,,

cowok ganteng yang lagi bantuin dorong angkot, whetttzzzz MALU abiss,pake senyam senyum ( emang aku ngelindur gitu pas tidur ampe dliatin segala ), kalo itu angkot mogok udah lama, berarti itu orang udah liat muka saya lagi tidur lama dong, hwaaaaa tambah malu, ( malu maluin sebenernya, hha )
ternyata selama saya tidur angkot udah mogok beberapa kali ( tau dari ibu ibu yang lagi ngobrol )

dan setelah didorong agak jauh angkotnya bisa jalan lagi ( horeee ), kira kira jam tiga kurang ( jadi liat jam mulu kalo udah gini teh ), wah dari tadi baru nyampe holis, oh tidaaaak lama sekali.

perjalanan berlanjut, karena macet, dari pada ngga ada gawe, jadi nonton dua anak SMP yang lagi ngobrol, hha ada ada ajah yang diomonginnya, lucu deh

yang pengen ketawa waktu anak SMP yang satu udah ngantuk banget, ketiduran deh, eh kayanya itu anak mimpi baru nyampe prolognya,tiba tiba temennya jail, itu anak disenggol ampe bangun sambil gelagapan, lucu banget deh mukanya.

Ternyata anak SMP yang tadi turun di Bumi Asri juga, tapi turun di gerbang yang depan, jadi mereka turun duluan, pas mereka turun dari angkot, kan masih hujan, ada tukang mie ayam yang gerobaknya ada payungnya lewat, anak SMPnya langsung lari numpang neduh di gerobak mie ayam sambil jalan ,hhha

udah gitu, jam setengah empat sampe di gerbang satunya, saya turun angkot deh, jadi, cerita naik angkot mahmudnya juga udahan deh...

fantasi tentang uang

11 January 2010

yah sekarang hidup apa apa uang, semua uang
tapi saya bukan mau ngebahas tentang uang;
ok emang ada hubungannya sedikit
imajinasi, hayalan dan segalamacam fantasi hasil kerja otak sering datang tanpa permisi, bahkan waktu pelajaran.
Gini ceritanya
Siswa pasti pernah jenuh waktu belajar, termasuk saya ( ok, saya selalu jenuh belajar ) akhirnya otak yang seharusnya dipake buat mikir di jam pelajaran, dipake bermain bersama imajinasi ( bukan saya aja, ada temen yang ikut larut bersama kegilaan ini )
Seharusnya anak sepuluh tiga di jam pelajaran ini ngerjain tugas tentang bank,diskusi buat makalah tentang bank lebih tepatnya.Tapi, saya sama temen temen sekelompok sama sekali ngga diskusi untuk tugas ini, yah ngga bener bener ngabain tugas juga, kita bagi materi makalah yang harus dibuat sesuai dengan jumlah anggota kelompok,dengan sistem undian ( kaya arisan gitu lah ), sesudah itu diskusi diluar tema, lebih cocok dibilang cerita, ngobrol,chat; yah mumpung dikumpulin minggu depan, jadi jam pelajaran buat bercengkrama sama temen temen, soalnya rada bt sama satu soal bermasalah yang ada di ulangan, semua orang ngejawab dengan jawaban yang sama karena yakin itu jawabannya, tapi kata gurunya salah, kita minta jawaban yang bener sama penjelasan kenapa jawabannya bisa kya gitu, masalahnya soalnya itungan, jadi minta dterangin,tapi ngga dijelasin, jadi weh rada pundung, dari pada ngamuk, yah ngobrol ajah, toh bagi tugas untuk buat makalah udah.
Hah ini the kapan ceritanyah,beneran sekarang mah gini ceritanya :

Pas buka buku ( biar keliatan lagi diskusi, tapi pada awalnya emang niat mau ngerjain kok, cma niatnya belok jd ngobrol ) ada gambar uang logam dari pecahan terkecil ampe yang paling gede, 25 rupiah ampe 1000an kelapa.kalo ngga salah inget ma uti yang ngmong, dan memulai percakapan, kalo salah yah maap weh
“ kaya si padil yah gantungan kunci dari uang logam dibolongin, dari 25 ampe 500,hha “
“iyah, niat ngebolongin uang logam pake cutter terus dijadiin gantungan kunci”
“eh tapi belum ada yang seribuannya yah”
“udah jarang meureun uang seribu logam”
“tapi susah kali yah ngbolonginnya, kan keras,tebel banget itu mah”
“ditaro di rel kereta ajah, ntar pas kereta lewat gepeng ajah “, ngga tau siapa deh yang mengusulkan ide kaya gini
“eh ntar gimana yah , kalo keretanya anjlok Cuma gara gara ngegeleng uang sesebuan logam,hha”
“ntar ngga banget beritanya,’pemirsa, telah terjadi kecelakaan kereta jurusan bandung – cimahi, setelah diselidiki ternyata penyebab anjloknya kereta adalah ulah oknum tidak bertanggungjawab yang menaruh uang loagam pecahan seribu rupiah di lintasan rel kereta, namun tidak jelas apa maksud oknum tersebut menaruh uang logam pecahan 1000 tersebut,sekian bertita terkini’ ( niru gaya insert investigasi, apa reportase investigasi gitulah pokonya ) , padahal niatnya Cuma iseng pengen ngegepangin uang seribu doang, parah “
Akhirnya malah pada bikin versi berita masing masing, ricuhlah kelompok diskusi satu ini ketawa ngakak ngga tanggung tanggung, ada guru juga tetep pada ngakak ngga karuan ampe sakit perut, Cuma gara gara pikiran bodoh yang ngga masuk akal, ‘ngegepengin uang serebuan logam’, yah ginilah.
Yah walaupun mungkin buat yang ngga terlibat sama pikiran gila ini ngga lucu, tapi ini yang sempet bikin kita ketawa bareng bareng, seru lah , ketawa di kelas yang sekarang udah digusur di tengah jam pelajaran, yang kayanya ngga bakal kaya gini lagi di kelas yang sekarang, soalnya yang punya fantasi fantasi ini udah ngga bareng bareng,
hha, tapi masih bisa pas pulang sekolah, melakukan kegilaan lainnya dengan segala kepolosan dan spontanitas.

SKL BAHASA INDONESIA

12 December 2009

Menentukan Isi dan Bagian – Bagian Paragraf Suatu Artikel
1. ABSTRAK DAN KATA KUNCI
Abstrak memuat uraian mengenai umum masalah yang dibahas dalam artikel dan hal-hal yang sedang dikritisi secara ringkas. Abstrak disajikan di bagian awal penelitian dengan font Times New Roman 11, disusun dalam satu paragraf, terdiri dari 100 sampai 150 kata, dan diikuti dengan sedikitnya empat kata kunci (keywords).
2. PENDAHULUAN
Bagian ini berisi tentang latar belakang (motivasi) penulisan, konteks permasalahan yang dibahas, dan tujuan pembahasan.
3. PEMBAHASAN
Bagian ini berisi kupasan permasalahan yang meliputi analisis, argumentasi atau komparasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang dibahas.
4. KESIMPULAN
Bagian ini menyajikan kesimpulan penulisan atas masalah yang dibahas, termasuk saran-saran, implikasi, dan alternatif-alternatif jika ada. Bagian ini disajikan tanpa nomor dan dalam bentuk paragraf.
5. DAFTAR REFERENSI
Bagian ini memuat semua sumber kutipan dan rujukan yang digunakan dalam penulisan artikel (hanya sumber-sumber yang digunakan yang dimuat dalam daftar referensi).

Menentukan Unsur Paragraf
Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca. Supaya pikiran tersebut dapat diterima dengan jelas oleh pembaca maka paragraf harus tersusun secara logis-sistematis. Alat Bantu untuk menciptakan susunan logis-sistematis itu ialah unsur-unsur paragraf

Jika diuraiakan satu per satu unsur-unsur paragraf itu adalah :

a. Ide pokok yaitu ide pembicaraan atau masalah yang bersifat abstrak. Ide pokok bisaanya berupa kata, frase atau klausa.
b. Kalimat topik yaitu perwujudan pernyataan ide pokok dalam bentuk yang masih abstrak.
c. Ide pengembang yaitu rincian atau penjelasan ide pokok dalam bentuk yang kongkret. Ide pengembang berupa kata, frase, atau klausa.
d. Kalimat pengembang yaitu perwujudan pernyataan ide pengembang dalam bentuk kongkret.
e. Kalimat penegas yaitu kalimat yang berfungsi menegaskan dengan cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir paragraf.
f. Transisi yaitu mata rantai penghubung paragraf. Transisi berfungsi sebagai penunjang koherensi atau kepaduan antarkalimat, antarparagraf dalam suatu karangan

Menentukan Isi Paragraf Simpulan Paragraf dan Arti Istilah/Kata dalam Paragraf
Paragraf yang memiliki simpulan paragraf biasanya memiliki pola induktif.
Untuk mengidentifikasi teks berpola induktif, ciri-ciri berikut dapat menuntunmu mengenal lebih jauh jenis teks berpola induktif tersebut.
Ciri-ciri teks berpola induktif:
1. Simpulan atau pernyataan umum terdapat di akhir setiap paragraf;
2. Selain terdapat di setiap akhir paragraf, simpulan juga dirumuskan dalam sebuah paragraf yang diletakkan di akhir teks (simpulan umum);
3. Contoh, ilustrasi, kasus, atau uraian khusus disajikan lebih dulu sebelum ditampilkannya pernyataan umum atau simpulan
Kalimat simpilan paragraf bisa dilihat dari kata yang digunakan di awal kalimat, seperti : jadi ; maka ; oleh karena itu ; dan lain sebagainya yang mengungkapkan kesimpulan
Menentukan Opini dalam Tajuk Rencana
Kalimat opini adalah pendapat yang dikemukakan oleh penulis tajuk rencana, dengan mengaitkan dengan pendapat pribadinya.Biasanya opini dalam tajuk rencana didahului kata kata sepertinya, mungkin, kira kira, dan lain sebagainya yang menyatakan perkiraan dan pendapat.
Berkaitan dengan opini dalam suatu pemberitaan, harus dibedakan dengan jelas dan tegas antara opini wartawan dan opini narasumber. Narasumber adalah orang yang dimintai komentar atau keterangannya oleh wartawan berkaitan suatu kejadian/peristiwa.
Menentukan Isi Grafik Diagram atau Tabel
Dengan menggunakan tabel
seseorang dapat dengan mudah mengetahui berbagai perubahan yang
telah berlangsung dalam suatu masalah.
1. Baca judulnya, karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan,
2. Baca informasi yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya.Informasi yang ada merupakan kunci penjelas mengenai materi yang disajikan,
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan grafik
4. Baca keseluruhan grafik / tabel dengan tetap memperhatikan tujuan dan dapatkan keterangan dalam informasi yang dijelaskan.
Menentukan Unsur Intrinsik dan Isi Hikayat Sastra Melayu Klasik
Unsur intrinsik karya sastra Melayu klasik sama seperti halnya
karya-karya sastra prosa pada umumnya, seperti cerpen atau novel.
Unsur intrinsik yang dimaksud adalah tema cerita, alur cerita, latar
cerita, penokohan, dan amanat cerita. Unsur intrinsik merupakan
unsur yang membangun suatu karya sastra. Menarik dan tidaknya
suatu karya sastra tergantung menarik dan tidaknya pemaparan atau
pengungkapan unsur-unsur tersebut dalam karya sastra tersebut.
Menentukan Unsur Intrinsik Cerpen
Sebuah cerpen karena dipandang sebagai karya seni, tentunya mengandung nilai intrinsik dan ekstrinsik. Nilai intrinsik dan ekstrinsik itu muncul dari pengalaman penulisnya, pengalaman tersebut apabila diperlihatkan pada pembaca akan komunikatif. Nilai intrinsik dan ekstrinsik merupakan syarat mutlak dalam kesusastraan. Pendapat Aminudin (1987:34) bahwa unsur intrinsik bersifat obyektif, menyangkut aspek bahasa dan struktur wacana yang berhubungan dengan makna. Sedangkan unsur ekstrinsik berupa biografi pengarang, proses kreatif, dan latar belakang kehidupan sosial dan budayanya.
Unsur intrinsik merupakan syarat mutlak harus ada dalam sebuah cerita pendek. Unsur intrinsik ini meliputi:
1. Tema (pokok pembicaraan)
Aminuddin (1987:91) mengatakan: “Tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya.”
Jadi, tema unsur yang paling penting dalam cerpen dan setiap cerpen pasti memiliki tema, sebab tema adalah amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangan. Bahkan tema merupakan proses awal dalam kegiatan penulisan cerpen, karena penulis sebelum membuat karangan harus menetapkan terlebih dahulu tema yang akan ditulisnya.

2. Latar
Adalah waktu, suasana dan tempat cerita terjadi.
3. Penokohan atau perwatakan
Aminuddin (1987:79) berpendapat: “Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi. Sedangkan pengarang cara menampilkan tokoh atau pelaku itu disebut penokohan.”
Banyak cara seorang pembaca untuk mengenal watak atau karakter tokoh dalam sebuah cerita, di antaranya:
1. Melalui apa yang diperbuat, terutama tindakan-tindakannya.
2. Melalui ucapan-ucapannya.
3. Melalui penggambaran fisik tokoh.
4. Melalui pikiran-pikirannya.
5. Melalui penerangan langsung.
Jadi, sebuah cerita pendek atau semua cerita fiksi pasti memiliki tokoh. Tokoh tersebut digerakkan oleh pengarang dengan karakter yang diciptakannya. Karakter tokoh dalam cerita dapat dilihat dari perbuatannya, ucapannya, fisiknya, pikirannya, dan penerangan langsung oleh si pengarangnya.
3. Alur atau plot
Adalah jalan cerita/peristiwa yang saling berkaitan ( runtut )
4. Sudut pandang
Cara pandang penulis menceritaka tokoh tokoh dalam ceritanya
6. Gaya
Istilah gaya diangkat dari istilah style yang berasal dari bahasa Latin stilus dan mengandungarti leksikal adalah alat untuk menulis. Menurut Sumardjo (1986:92) bahwa gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Cara bagaimana seseorang pengarang memilih tema, persoalan, meninjau persoalan dan menceritakan dalam sebuah cerpen. Dengan kata lain gaya adalah pribadi pengarang itu sendiri.
7. Suasana
Seorang cerpenis mampu menggerakkan batin pembacanya bila suasana dalam cerpen ditata dan harmonis dengan konteks cerita, sudah pasti semua cerpen memiliki suasana. Sumardjo dan Saini (1986:109) mengatakan: “Suasana dalam cerita pendek membantu menegaskan maksud pengarang, disamping itu suasana juga merupakan daya pesona sebuah cerita.”
Jadi, dalam cerita pendek itu pengarang pasti menata ceritanya, terutama dengan suasana yang diciptakannya. Misalnya suasana tokoh dalam kesedihan, gembira, atau kalut. Suasana lain pun akan dilukiskan pengarang menurut waktu saat itu, misalnya tengah malam, sore, pagi, siang, dan sebagainya.
(Sumardjo, 1981:24-43)
Menentukan Unsur Intrinsik Novel
Unsur intrinsik novel sebenarnya sama dengan unsur intinsik cerpen, namun tema yang diangkat biasanya lebih kompleks dibandingkan dengan cerpen.
Menentukan Masalah yang Diungkapkan dan Amanat dalam Drama
Menentukan masalah yang diungkapkan dalam drama dapat diketahui dengan cara mengamati apa yang menjadi pokok permasalahan cerita, atau yang sering diceritakan.Seperti konflik yang dialami oleh tokoh.
Sedangkan amanat dapat diamati dengan memperhatikan bagaimana tokoh tokoh dalam drama menghadapi konflik konflik yang ada.
Menentukan Maksud Gurindam
Makna gurindam dapat dilihat dengan menghubungkan tiap tiap barisnya, sehingga menjadi kesatuan makna yang utuh.
1. Ciri-ciri bentuk Gurindam
a. Merupakan puisi bebas atau tidak terikat
b. Rangkap : Mempunyai 2 baris dalam serangkap atau beberapa baris dalam serangkap. Setiap baris dalam rangkap merupakan isi atau maksud dan perlu bersambung dengan baris-baris dalam rangkap berikutnya untuk membawa makna yang lengkap.
Baris pertama dikenali sebagai “syarat” dan baris kedua dikenali sebagai “jawab”. Baris pertama “syarat” menyatakan sesuatu fikiran atau peristiwa dan baris kedua pula menyatakan keterangan atau menjelaskan apa yang telah dinyatakan oleh baris atau ayat pertama tadi.
c. Perkataan : jumlah perkataan sebaris juga tidak tetap.
d. Sukukata : julah sukukata juga tidak tetap.
e. Rima : rima akhirnya juga tidak tetap
Gurindam termasuk sastra lama. Gurindam ditulis dalam bentuk bait-bait.
Setiap bait berisi dua baris. Baris-baris itu mempunyai persamaan bunyi (sering
dirumuskan a-a). Dua baris dalam satu bait gurindam umumnya dipahami
sebagai satu kalimat yang sempurna. Kalimat itu terdiri atas dua anak klausa
(sering disebut induk dan anak kalimat).
Isi gurindam berupa nasihat. Kalimat dalam gurindam (baris pertama dan
kedua) umumnya menunjukkan hubungan persyaratan dan konsekuensi.
Berdasarkan bentuk/isi gurindam ciri-cirinya sebagai berikut.
a. Tiap-tiap suku (bait) terdiri atas dua baris.
b. Banyaknya suku kata pada tiap-tiap baris tidak tetap, (biasanya 10-12
suku kata).
c. Sajaknya a-a. Gurindam yang baik bersajak penuh, tetapi ada juga yang
bersajak paruh.
d. Baris kedua adalah akibat atau balasan yang tersebut dalam baris pertama.
e. Gurindam berisi nasihat.
Contoh:
a. Barang siapa tidak sembahyang
Ibarat rumah tidak bertiang.
Dengan bapa jangan durhaka
Supaya ayah tidak murka
b. Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan abdi

Menentukan Unsur Intrinsik Puisi
Secara umum menarik dan tidaknya suatu puisi, dapat ditentukan
oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.
1. Keunikan tema atau pokok permasalahan yang disampaikan.
2. Ketepatan dalam menggunakan diksi atau pilihan katanya.
3. Cara mengolah atau menggunakan ungkapan, majas/gaya bahasa,
serta berbagai simbol atau perlambang.
4. Ketepatan atau keserasian dalam mengolah rima serta kesyahduan
iramanya.
1) Tema : ide atau gagasan yang menduduki tempat utama di dalam cerita.
2) Rasa : arti emosional ( sedih, atau merasa heran dsb).
3) Nada : Intonasi puisi ( suara keras atau lembut) ; penyair dapat menggurui,
mencaci, merayu, merengek,menyindir, mengajak dsb terhadap pembaca atau
pendengar.
4) Amanat
5) Diksi
6) Imajinasi
a. Imajeri pandang
b. Imajeri dengar
c. Imajeri rasa
d. Imajeri kecap
7) Kata-kata kongkret
8) Gaya bahasa
9) Ritme
10) Rima
Menentukan Isi Kutipan Esai
Menentukan isi kutipan esai dapat dilakukan dengan cara mencari pokok pikiran dalam kutipan tersebut.
Menentukan Kata Penghubung yang Tepat untuk Melengkapi Paragraf
persyaratan paragraf yang baik yaitu kepaduan paragraf, kesatuan paragraf, kelengkapan paragraf
Langkah yang harus di tempuh dalam kepaduan paragraph adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu.Ada 2 jenis kata penghubung,yaitu kata penghubung intra kalimat yang berarti kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat.contoh. karena, sehingga, tetapi, sedangkan, dll.selain itu juga ada kata penghubung antar kalimat yang berarti kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Contoh. Oleh karena itu, jadi, kemudian, namun,bahkan, dll.
Yang dimaksud kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Paragraf dibedakan menjadi dua yaitu Paragraf dekduktifadalah kalimat utama yang diletakkan di awak paragraf. Sedangkan Paragraf induktifadalah kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf.
Ciri dalam membuat kalimat utama
• kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diperinci lebih lanjut. Contoh. David Beckham adalah pemain sepak bola yang sukses.
• kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung, baik kata penghubung intra kalimat maupun antar kalimat.
Paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya ada kalimat penjelas. Ciri kalimat penjelas berisi penjelasan berupa rincian, keterangan. Contoh. Dan lain- lain, selain itu.

SYARAT SYARAT PARAGRAF

1.Kepanduan Paragraf
Persyaratan paragraf yang baik yaitu adanya kepanduan,kestuan,dankelengkapan.Terdapat dua kalimat penghubung yaitu penghubung intra kalimat.kata penghubung intra kalimat adlah kata yang menghubkan anak kaimat dengan induk kalimat,sedangkan kata penghubng antar kalimat adalah kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya.Contoh kata penghubung antar kalimat yakni oleh antar kalimat yakni oleh karena itu,jadi,kemudian,namun,selanjutnya,bahkan,dan lain lain.
Kesesatan paragraf tersebut adlah karena belum terangkainya kalimat demi kalimat denga baik.Perhatikan perbandingan paragraf di atas dengan paragraf yang sudah di rangkai dengan kata penghubung.
Syarat paragraf yang baik adlah adanya kesatua.Kesatuan berarti setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran.pokok pikiran diwujudkan dalam kalimat utam.Kalimat utama diletakan di awal paragraf (deduktif) atau diakhir paragraf (induktif).
2.Kesatuan paragraf
Persyaratan penulisan paragraf yang baik adalah prinsip kesatuan.Yang dimaksud kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama.Kalimat utama diletakkan di awal paragraf dinamakan paragraf deduktif,sedangkan kalimat utama yang diletakan di akhir paragraf disebut paragraf induktif.
Ciri-ciri dalam membuat kalimat utama,yakni kalimat yang dibuang harus mengandung pemasalahan yang berpotensi untuk diperinci atau diuraikan lebih lanjut.
Cirri-ciri yang lain yaitu kalimat utama dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung,baik kata penghubung antar kalimat maupun kata penghubung intra kalimat.
3.Kelengkapan Paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama.Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa perincian ,keterangan,contoh,dan lai-lain.
Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf.paragraf dapat dikembangkan dengan cara,pertentangan,perbandingan,analogi,contoh,sebab akibat,definisi dan klasifikasi.
PENGEMBANGAN PARAGRAF
Mengembangkan paragraph ditempuh dengan cara pertentangan, cara perbandingan, cara analogi, cara contoh-contoh, cara sebab akibat, cara definisi, cara klasifikasi
cara pertentangan
Pengembangan Paragraf dengan cara pertentangan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti. Berbeda dengan, bertetangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dll.
Contoh. Budi sangat senang bermain sepak bola, sedangkan Rio tidak suka bermain sepak bola
cara perbandingan
Pengembangan dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan seperti.serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, sementara itu.
Contoh. Pikiran anak itu sejalan dengan pikiran saya
cara analogi
Adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang di jelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya dilakukan dalam bentuk kiasan seperti. Ibaratnya, seperti, bagaikan.
Contoh. Anak itu selalu bertengkar, ibarat anjing dan kucing
cara contoh-contoh
Kata yang digunakan seperti. Misalnya, seperti, contohnya,dll.
Contoh. Herbivora adalah hewan pemakan tumbuh-tumbuhan, misalnya kuda, sapi dll.
cara sebab akibat
Ungkapan yang digunakan yaitu. Padahal, akibatnya, oleh karena itu, karena.
Contoh. Karena banyak terjadi penebangan hutan secara liar, akibatnya sering terjadi tanah longsor, oleh karena itu kita wajib menjaga dan melestarikan alam ini
cara definisi
Kata yang digunakan seperti. Adalah, yaitu, ialah merupakan.
Contoh. Pembentuk utama fisika adalah besaran-besaran fisis yang dipakai untuk menyatakan hukum-hukum fisika.
cara klasifikasi
Kata yang biasa digunakan yaitu. Dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, mengklasifikasikan.
Contoh. Berdasarkan cara pembakarannya, mesin digolongkan menjadi mesin pembakaran dalam dam mesin pembakaran luar

Menentukan Kata Serapan untuk Melengkapi Paragraf
Kata serapan dalam bahasa Indonesia dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu yang belum sepenuhnya terserap dan yang cara pengucapan maupun penulisannya sudah sepenuhnya disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.
Unsur unsur asing yang pengucapan dan penulisannya sudah sepenuhnya disesuaikan dengan turan bahasa Indonesia diantaranya :
Aa ( Belanda ) menjadi a
Ae jika bervariasi dengan e, menjadi e, contoh : haemoglobin menjadi hemoglobin
C ( Sansekerta ) menjadi s, contoh : cabda menjadi sabda.
Melengkapi Paragraf dengan Kata Baku
Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar, sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.Untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku, cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku, di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul :
- apotik : apotek
- atlit : atlet
- azas : asas
- azasi : asasi
- bis : bus
- do'a : doa
- duren : durian
- gubug : gubuk
- hadist : hadis
- ijin : izin
Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd :
- kreatifitas : kreativitas
- kreativ : kreatif
- aktifitas : aktivitas
- aktiv : aktif
- sportifitas : sportivitas
- sportiv : sportif
- produktifitas : produktivitas
- produktiv : produktif
Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanngal 16 agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring.
Melengkapi Paragraf dengan Kata Berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang salah satu unsurnya atau lebih berupa imbuhan sehingga sering pula disebut dengan kata jadian.
Melengkapi paragraf dengan kata berimbuhan dapat dilakukan dengan memilih kata berimbuhan yang memiliki koherensi dengan paragraf yang rumpang.
Melengkapi Paragraf Deskripsi dengan Kalimat yang Sesuai
Kalimat dalam paragraf deskripsi biasanya bersifat menjelaskan.Jadi, untuk melengkapi paragraf deskripsi dapat dilakukan dengan cara menambahkan kalimat yang bersifat menerangkan dan memiliki koherensi dengan paragraf deskripsi yang rumpang.
Melengkapi Paragraf Deskripsi dengan Frasa yang Sesuai
Frasa yang sesuai untuk melengkapi pargraf deskripsi memiliki koherensi dan menjelaskan hal yang sama dengan paragraf deskripsi yang rumpang.
Melengkapi Paragraf Analogi
Pengertian Paragraf Analogi
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Bentuk pengungkapan suatu objek yang di jelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan. Biasanya dilakukan dalam bentuk kiasan seperti. Ibaratnya, seperti, bagaikan.
Contoh. Anak itu selalu bertengkar, ibarat anjing dan kucing

Memperbaiki Kalimat Simpulan Generalisasi
Pengertian Paragraf Generalisasi
General = umum
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

Jadi kalimat generalisasi yang baik adalah kalimat yang membahas masalah secara luas/umum.
Melengkapi Paragraf Sebab Akibat
Paragraf sebab akibat yaitu paragraf yang pengembangannya memanfaatkan makna hubungan sebab akibat antar kalimat. Ciri khas paragraf jenis ini ialah terbinanya hubungan sebab akibat antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Jadi hubungan sebab akibat ini merupakan satu rangkaian yang berkesinambungan.
Sesuai dengan dua contoh di atas, paragraf sebab akibat berdasarkan pola nalar pengembangannya, tergolong paragraf induktif, paragraf yang ide atau gagasannya terletak pada akhirnya paragraf.
Melengkapi Silogisme dengan Kalimat yang Tepat
Silogisme adalah penarikan konklusi secara deduktif tidak langsung yang konklusinya ditarik dari premis yang disediakan sekaligus.
Hal yang paling penting yakni bahwa silogisme dan bentuk-bentuk inferensi yang lain, persoalan kebenaran serta ketidakbenaran pada premis-premis tidak pernah timbul. Hal itu disebabkan oleh premis-premis selalu diambil yang benar. Akibatnya, konklusi sudah dilngkapi oleh hal-hal yang benar. Dengan perkataan lain, silogisme hanya mempersoalkan kebenaran formal (kebenaran bentuk) dan tidak lagi mempersoalkan kebenaran material (kebenaran isi). Silogisme inilah sebenarnya inti dari logika.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam silogisme yaitu:
(1) Premis mayor disajikan terlebih dahulu, lalu diikuti premis minor;
(2) term penengah dilambangkan oleh M;
(3) term mayor dilambangkan oleh P; dan
(4) term minor dilambangkan oleh S.

Prinsip dasar dalam silogisme.
(1) Terdapat dua buah term, keduanya mempunyai hubungan dengan term lain, maka kedua term itu satu sama lainnya memiliki hubungan pula (A = C; B = C; ... A = C).
Contohnya : Pak Ewoy adalah ayah Ewey
Pak Ewoy adalah guru SD
Jadi, ayah Ewoy adalah guru SD
(2) Terdapat dua buah term, satu di antaranya mempunyai hubungan dengan sebuah term ketiga, sedangkan term yang satu lagi tidak, maka kedua term itu tidak mempunyai hubungan satu sama lain (A = C; B = C; ... A = B).
Contoh : Ani bukanlah putrid Pak Ano
Puteri Pak Ano sngatlah cantik
Jadi, Ani tidaklah cantik
Aturan-aturan Umum Silogisme Kategoris dan Pelanggaran yang Menimbulkan Kesalahannya.

Aturan I : Tiap-tiap silogisme pastilah terdiri atas tiga term.
Aturan II : Silogisme mestilah terdiri dari hanya tiga proposisi
Aturan III: Term penengah mestilah tersebar dalam premis, paling kurang satu kali.
Aturan IV: Tak satu pun yang dapat tersebar dalam konklusi bila tak tersebar dalam premis.
Aturan V: Dari dua premis negatif tidak ada konklusi yang dapat diambil
Aturan VI: Bila salah satu premis negative, konklusi mestilah negative, dan sebaliknya, yaitu untuk membuktikan bahwa konklusi negative, salah satu premis mestilah negative.
Aturan VII: Jika kedua premis afirmatif, maka konklusinya afirmatif, dan sebaliknya jika konklusi afirmatif maka kedua premis mestilah afirmatif
Aturan VIII: Jika kedua premis khusus, konklusi tidak dapat diambil
Aturan IX: Jika satu premis khusus, maka konklusi mestilah khusus pula
Aturan X : dari mayor yang khusus dan minor yang negative, tidak ada konklusi yang dapat diambil

Melengkapi Paragraf Narasi
Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama. Paragraf naratif disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis. Tujuannya, pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan.
Contoh : novel, cerpen, drama
Paragraf narasi dibedakan atas dua jenis, yaitu narasi ekspositorisdan narasi sugestif. Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.
Ciri – ciri paragraf narasi :
>> Secara Umum
1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3. Adanya sudut pandang penulis.
4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang jelas.
6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7. Mempunyai alur atau plot.

>> Narasi Ekspositoris/Non Fiktif
1. Memperluas pengetahuan
2. Menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian.
3. Didasarkan pada penalaran untuk mencapai kesepakatan rasional
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa informatif dengan titik berat pada penggunaan kata-kata denotatif.

>> Narasi Sugestif/Fiktif
1. Menyampaikan suatu makna atau suatu amanat yang tersirat.
2. Menimbulkan daya khayal.
3. Penalaran hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan makna, sehingga penalaran dapat dilanggar.
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa figuratif dengan menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif.
5. Banyak menggunakan majas/gaya bahasa.

Menyusun Kalimat Acak
Kalimat acak dapat disusun dengan mengurutkan unsur penyusun kalimatnya.Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
- Subjek / Subyek (S)
- Predikat (P)
- Objek / Obyek (O)
- Keterangan (K)
Melengkapi Teks Pidato dengan Kalimat Persuasi
Paragraf persuasi merupakan salah satu jenis paragraf yang sering digunakan penulis untuk memengaruhi pembaca. Oleh karena itu, target akhir penggunaan paragraf persuasi ialah pembaca menerima pendapat, tawaran, atau ajakan serta mengikutinya sesuai dengan harapan penulis.
Paragraf persuasi atau cara-cara persuasif biasanya digunakan untuk propaganda, kampanye, dan kegiatan persuasif sejenisnya. Teknik-teknik yang lazim digunakan dalam paragraf atau cara-cara persuasif ialah rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konfirmatori, dan kompensasi.
Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :
1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela.
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
Menentukan Kalimat Latar Belakang Karya Tulis
Kalimat latar belakang dalam kaya tulis memuat alasan kita menulis karya tulis tersebut, alasan pemilihan judul, dan lain sebagainya.Latar belakang karya tulis dimasukan kedalam bagian pendahuluan.
Memperbaiki Kalimat yang Mengandung Kata Kias Dalam Karya Tulis
Dalam karya tulis kalimat yang mengandung kata kias diperbaiki dengan menulis kalimat yang sama namun mengganti kata kias tersebut dengan kata yang bermakna denotatif.Tapi bila diperlukan, kata konotasi dapat dipergunakan, seperti penggunaan konotasi positif, yang dinilai lebih halus.
Menentukan Perbaikan Kalimat Rancu dalam Karya Tulis
Kalimat yang tersusun terhindar dari bentuk-bentuk rancu. Jika mengandung bentuk rancu, kalimat yang tersusun salah.Contoh :
Benar
a) Hal itu belum diajarkan kepada kami atau hal itu belum kami pelajari.
b) Merek saling memandang atau mereka pandang-memandang.
c) Dia dilarang merokok atau dia tidak boleh merokok.
Salah
a) Hal itu belum dipelajarkan kepada kami.
b) Mereka saling pandang-memandang.
c) Dia dilarang tidak boleh merokok.
Manentukan Penulisan Judul Karya Tulis yang Tepat
Judul harus menarik/profokatif, atrinya menimbulkan minat baca.
Tidak terlalu panjang dan tidak diakhiri tanda baca, karena judul bukan kalimat.
Memperhatikan penulisan huruf kapital dalam penulisan judul.
Menentukan Kalimat yang Sesuai dengan Konteks Surat dan Penulisan Surat Lamaran Kerja
Kalimat yang digunakan dalam penulisan surat disesuaikan dengan surat yang ditulis.Contohnya :
Dalam penulisan surat resmi kita menggunakan kalimat dengan bahasa baku, sedangkan dalam surat pribadi kita menggunakan bahasa umum, yang biasa digunakan sehari hari.
Dalam penulisan surat penawaran, dapat digunakan kalimat yang bersifat persuasif.
Menentukan Kalimat Resensi
Kalimat deskripsi digunakan dalam penjelasan karakteristik buku.
Kalimat argumentasi digunakan saat mengkritik kekurangan buku.
Kalimat persuasi digunakan saat menjelaskan kelebihan buku yang diresensi sehingga buku itu layak dibaca.
Melengkapi Puisi dengan Larik yang Bermajas
Dapat dikatakan bahwa diksi memegang tema penting sebagai alat untuk mengungkapkan gagasan dengan mengharapkan efek agar sesuai.
Ketepatan dan Kesesuaian Penggunaan Diksi
Pemakaian kata mencakup dua masalah pokok, yakni pertama, masalah ketepatan memiliki kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan atau ide. Kedua, masalah kesesuaian atau kecocokan dalam mempergunakan kata tersebut. Menurut keraf (2002 : 87) “Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembaca”. Masalah pilihan akan menyangkut makna kata dan kosakatanya akan memberi keleluasaan kepada penulis, memilih kata-kata yang dianggap paling tepat mewakili pikirannya. Ketepan makna kata bergantung pada kemampuan penulis mengetahui hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referennya.
Agar dapat memilih kata-kata yang tepat, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan berikut ini.
a. Kita harus bisa membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif; bersinonim dan hampir bersinonim; kata-kata yang mirip dalam ejaannya, seperti :bawa-bawah, koorperasi-korporasi, interfensi-interferensi, dan
b. Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata orang terkenal yang belum diterima di masyarakat.
c. Waspadalah dalam menggunaan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing, seperti :Kultur-kultural, biologi-biologis, idiom-idiomatik, strategi-strategis, dan lain-lain
d. Kata-kata yang menggunakan kata depan harus digunbakan secara idiomatik, seperti kata ingat harus ingat akan bukan ingat terhadap, membahayakan sesuatu bukan membahayakan bagi, takut akan bukan takut sesuatu.
e. Kita harus membedakan kata khusus dan kata umum.
f. Kita harus memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
g. Kita harus memperhatikan kelangsungan pilihan kata.
Pilihan kata atau diksi bukan hanya memilih kata-kata yang cocok dan tepat untuk digunakan dalam mengungkapkan gagasan atau ide, tetapi juga menyangkut persoalan fraseologi (cara memakai kata atau frase di dalam konstruksi yang lebih luas, baik dalam bentuk tulisan maupun ujaran), ungkapan, dan gaya bahasa. Fraseologi mencakup persoalan kata-kata dalam pengelompokan atau susunannya, atau menyangkut cara-cara yang khusus berbentuk ungkapan-ungkapan. Pemilihan gaya bahasa yang akan digunakan pun merupakan kegiatan memilih kata menyangkut gaya-gaya ungkapan secara individu.
Orang yang banyak menguasai kosakata akan lebih mudah memilih kata-kata yang tepat untuk digunakan dalam menyampaikan gagasannya. Orang yang kurang banyak menguasai kosakata terkadang tidak bisa menempatkan kata terutama yang bersinonim, seperti kata meneliti sama artinya dengan kata menyelidiki, mengamati, dan menyidik. Kata0kata turunannya penelitian, penyelidikan, pengamatan, dan penyidikan. Orang yang menguasai banyak kosakata tidak akan menerima bahwa kata-kata tersebut mengandung arti yang sama, karena bisa menempatkan kata-kata itu dengan cermat sesuai dengan konteksnya. Sebaliknya orang yang tidak menguasai kosakata akan mengalami kesulitan karena tidak mengetahui ada kata yang lebih tepat, dan tidak mengetahui ada perbedaan dari kata-kata yang bersinonim itu. Dengan demikian, menurut Keraf (2002: 14) diksi :
a. Mencakup pengertian kata-kata yang fipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, cara menggabungkan kata-kata.
Yang tepat, dan gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu;
b. Diksi adalah kemampuan secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar atau pembaca; dan
c. Diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan kosakata yang banyak.
Melengkapi Dialog Teks Drama dengan Peribahasa
Penggunaan pribahasa untuk dialog drama digunakan pribahasa yang menggambarkan keadaan yang sedang dialami tokoh dalam drama tersebut.
Peribahasa adalah suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata yang bersifat padat, ringkas dan berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku. Berikut ini adalah beberapa contoh peribahasa dengan artinya :
- Buah yang manis biasanya berulat
artinya : kata-kata yang manis biasanya dapat menyesatkan atau menjerumuskan.
- Tak ada gading yang tak akan retak
artinya : Tidak ada satu pun yang sempurna, semua pasti akan ada saja cacatnya
Menentukan Kalimat Kritik Sastra
Kalimat kritik sastra biasanya mengulas tentang kekurangan dan kelebihan dari karya sastra yang sedang dibahas.
Misalnya dalam kritik sastra puisi yang diulas bisa tentang diksinya, gaya bahasanya, maupun makna yang dimiliki puisi tersebut.

Daftar Pustaka
http://organisasi.org
http://perpustakaan-online.blogspot.com
http://id.answers.yahoo.com
http://sunarno5.wordpress.com/2007/12/06/paragraf-induktif/
http://www.crayonpedia.org
http://bse.depdiknas.go.id
Pamungkas.1972.Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD ).Surabaya.Giri Surya.